Kopi Luwak Tanpa Menggunakan Luwak

Saat ini dengan semakin banyaknya produsen kopi luwak di Indonesia, jumlah populasi luwak liar semakin menurun. Ini diakibatkan oleh penangkapan luwak-luwak untuk ditangkarkan. Sebagian besar produsen memang sekarang memproduksi kopi luwak melalui penangkaran luwak. Sebagian orang memang menganggap bahwa kopi yang dihasilkan oleh luwak liar lebih berkualitas daripada luwak. Namun, ini pun masih menjadi perdebatan. Hal ini tentunya karena selera yang berbeda pada setiap penikmat kopi.

kopi luwak

Belum selesai perdebatan mengenai kopi luwak liar dan kopi luwak tangkar, balai penelitian tanaman industri dan penyegar kementrian pertanian membuat sebuah terobosan baru. Mereka menemukan cara untuk menghasilkan kopi luwak tanpa harus menggunakan binatang luwak. Kopi luwak ini disebut dengan kopi luwak enzimatik. Menurut Rubiyo, kepala balai penelitian tersebut, rasa yang dihasilkan kopi luwak enzimatik sama dengan kopi luwak yang dihasilkan lewat luwak.

Kopi luwak yang dihasilkan oleh luwak melalui proses fermentasi alami di dalam perut luwak. Biji kopi yang dimakan luwak, kemudian dikeluarkan bersama luwak. Rubiyo mengatakan bahwa cara ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak mudah. Hal ini belum ditambah dengan masalah apabila luwak mengalami stres, kualitas kopi yang dihasilkan malah bisa lebih buruk. Ini tentu akan menganggu produksi kopi di Indonesia. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan pendapatan per kapita petani kopi dapat meningkat. Hal ini karena produksi kopi luwak dapat mengimbangi tingginya permintaan kopi luwak di pasaran.

Kopi luwak enzimatik memang ini bukan yang pertama kali dikembangkan. Peneliti di Universitas di Florida dan sebuah perusahaan di Vietnam juga telah mengembangkan kopi jenis ini, serta telah mendapatkan paten untuk itu. Namun, persoalannya adalah apakah kopi enzimatik ini pantas disebut kopi luwak. Sekalipun rasanya diklaim sama, namun tetap saja kopi ini tidak dihasilkan oleh luwak asli. Bukankah hal ini sama hal dengan sebuah seseorang yang berusaha meniru produk bermerek terkenal lalu memasarkannya dengan nama yang sama? Bagaimanapun, terlepas dari pantas atau tidaknya disebut dengan ‘kopi luwak’, penilaian pada akhirnya akan terletak di tangan konsumen kopi luwak.