Sejarah Kopi

Kopi Luwak Indonesia pernah menerbitkan artikel tentang Sejarah Kopi yang dibagi menjadi 2 artikel, yakni Sejarah Kopi Bagian 1 dan Sejarah Kopi Bagian 2. Inilah artikel lengkapnya:

Kata kopi berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi sendiri digunakan sebagai minuman yang mengandung energi tinggi. Kata qahwah kemudian mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kembali berubah menjadi koffie dalam bahasa Belanda serta coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut lalu diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal luas hingga sekarang ini.

perbedaan rasa kopi

Dalam catatan sejarah, kopi berasal dari Ethiopia sekitar tahun 800 SM. Ethiopia merupakan negara tertua di dunia yang terletak di Afrika. Ethiopia juga tercatat sebagai salah satu tempat peradaban yang terawal di dunia. Penemuan atau sejarah kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika seorang penggembala kambing bernama Khalid mengamati kawanan kambing gembalaannya yang gemar memakan Biji Kopi yang kala itu masih termasuk tanaman liar. Efeknya, kambing-kambing Khalid jadi bersemangat dan tidak mau tidur di malam hari.

Khalid jadi penasaran. Ia pun mencoba memasak biji tanaman kopi dan benar-benar merasakan efek semangat setelah menikmatinya. Akhirnya penemuan Khalid menyebar dari mulut ke mulut bangsa Ethiopia dan terus berkembang ke berbagai negara di Afrika. Tak heran jika saat itu banyak orang di benua Afrika, terutama bangsa Ethiopia, yang suka memasak dan mengonsumsi biji kopi dengan dicampur lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Namun, metode penyajiannya masih menggunakan metode konvensional. Barulah beberapa ratus tahun kemudian, biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang tentu saja lebih maju.

Dengan modal peradaban yang lebih maju daripada bangsa Afrika, bangsa Arab ternyata tidak hanya memasak biji kopi saja, tetapi juga merebusnya untuk diambil sari-sarinya. Pada perkembangannya, umat Muslim di Arab banyak mengonsumsi minuman kopi ini agar kekuatannya tetap terjaga. Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai daerah Afrika Utara, Mediterania dan India.

Merujuk pada Wikipedia, pasa masa itu belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi yang infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan budidaya kopi tidak memungkinkan selain di Arab. Barulah pada tahun 1600-an, seorang peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil yang subur keluar dari Mekah dan berhasil membudidayakannya di berbagai daerah di luar Arab.

Biji kopi berhasil dibawa masuk pertama kali ke Eropa pada tahun 1615 oleh seorang saudagar Venesia yang memperoleh pasokan dari orang Turki, namun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan pasar. Karena itu, bangsa Eropa mulai membudidayakannya. Negara Eropa pertama yang berhasil membudidayakan kopi adalah Belanda pada tahun 1616. Kemudian, pada tahun 1690, biji kopi dibawa masuk ke Pulau Jawa oleh kolonial Belanda untuk dikultivasi secara total (pengolahan lahan pertanian dengan membongkar lahan secara menyeluruh).

Belanda mampu membudidayakan sekaligus menyebarluaskan kopi dari Perkebunan Kopi di Indonesia, terutama dari tanah Jawa, Sumatera dan Sulawesi.Tanaman eksotis ini menyebar ke negara-negara jajahan Eropa serta ditanam di rumah-rumah kaca maupun perkebunan di seantero Austria dan Belanda. Bangsa Belanda berhasil memperdagangkan kopi ke seluruh pecinta kopi di Eropa secara lebih efisien dibanding para pedagang Arab melalui cara menanam, memanen dan memperdagangkannya ke seluruh pecinta kopi di dataran Eropa. Sampai di sini dulu ya gan. Terima kasih.